Mekanisme Sistem Bank Sampah

Mekanisme pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah terbagi atas beberapa tahap yaitu (Hanum, 2013):

  1. Pemilahan Sampah Skala Rumah Tangga
    Rumah tangga merupakan tempat paling awal dimana sampah mudah dipilah sesuai dengan bentuk dan jenisnya. Sampah dikelompokkan berdasarkan jenisnya sehingga mempermudah proses penimbangan di Bank Sampah.
  2. Penyetoran, Penimbangan, dan Pencatatan sampah di Bank Sampah
    Penyetoran dan penimbangan sampah dilakukan secara manual dengan alat timbangan gantung. Petugas sebelumnya telah dilatih untuk melakukan penimbangan dan mencatat berat benda serta mengkonversinya ke dalam rupiah di dalam buku cacatan.

Dalam pelaksanaan penabungan sampah , terdapat dua sistem penabungan yang dapat dipilih oleh warga sebagai nasabah. Dua sistem tersebut yaitu sistem penabungan sampah individual dan sistem penabungan sampah komunal (Kusumantoro,2013)

  1. Sistem Individual
    Secara umum sistem ini melibatkan nasabah untuk berperan aktif dari awal sampai akhir proses masyarakat dalam menabung sampah perlu menyetujui dan mengikuti syarat dan ketentuan yang diterapkan, syarat tersebut adalah : 

    Bank sampah hanya menerima sampah yang bersifat anorganik, yaitu sampah – sampah yang tidak dapat membusuk.Sampah harus dipilah oleh nasabah terlebih dahulu dari rumah. Hal ini dimaksudkan nasabah sudah membagi sampah dalam kategori – kategori tertentu, seperti sampah kertas, sampah plastik (perkakas maupun kresek), sampah kaleng dan kaca.Sampah harus bersifat kering dan bersih, yaitu sampah yang akan disetorkan harus dalam keadaan bebas dari sisa makanan, basah atau mengandung air. Sehingga tidak menimbulkan masalah nantinya ketika dikumpulkan menjadi satu.

    Bank sampah menerapkan sistem bagi hasil hasil terhadap keuntungan dari penjualan sampah dari nasabah yaitu 85%, kembali ke nasabah dan 15% untuk Hasil dari penjualan sampah nasabah tidak dapat diambil langsung tetapi dapat diambil setiap 3 bulan sekali.

    Tata cara menabung sampah dengan sistem individual yaitu masyarakat atau nasabah mengurus sampah yang ingin dikumpulkan sesuai dengan syarat dan ketentuan langsung ke pihak bank sampah.

  2. Sistem Komunal
    Sistem komunal ini secara garis besar hampir sama dengan sistem individual, tetapi terdapat beberapa perbedaan dalam proses menabung sampahnya. Masyarakat yang menggunakan sistem menabung sampah dengan tidak langsung ke bank sampah melainkan ditaruh di tong – tong sampah pemilah yang telah ditempatkan di titik – titik lingkungan pemukiman. Kemudian pihak petugas bank sampah akan mengambil secara berkala seminggu 3 kali dari tong – tong sampah pemilah tersebut.

    a. Pemilahan oleh petugas sampah

    Setelah proses pengumpulan sampah selesai, mulailah petugas pemilah sampah melakukan pekerjaannya untuk mengelompokkan benda-benda terkumpul sesuai dengan jenisnya dan diikat menjadi satu untuk mempermudah pengangkutan/pengambilan barang.

    b. Daur ulang dan pemanfaatan ulang sampah
    Pemanfaatan ulang sampah sesuai dengan jenis dan kondisi bendanya. Apabila jenisnya baik dan bersih, maka nilai ekonomis dari sampah tersebut pun tinggi seperti layaknya plastik bekas cairan yang setelah diolah bias menjadi macam tas cantik dan unik.

    c. Pengangkutan dan penjualan sampah

    Pengangkutan sampah menuju pembeli bergantung kepada kesepakatan awal antara pengelola dan pembeli. Beberapa pembeli langsung berinisiatif untuk menjemput barang yang diminatinya. Namun beberapa pembeli meminta untuk diantar ke tempatnya.

    d. Analisis dan pelaporan keuangan
    Setelah penjualan, sampah di gudang Bank Sampah akan berkurang dan nilai investasi organisasi bertambah. Untuk itu perlu dilakukan analisis penerimaan dan penjualan sampah guna mengeahui manfaat nasabah dan keuntungan pengelola Bank Sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *