PASAR SEHAT

Oleh :

Mila Sari Dan Muhamad Effendi

 

Salah satu tempat tempat umum (TTU) yang harus diperhatikan sanitasinya adalah pasar sehingga dapat terbentuk pasar sehat. Pasar sehat merupakan tempat dimana semua pihak-pihak terkait bekerjasama untuk menyediakan pangan yang aman, bergizi dan lingkungan yang memenuhi persyaratan kesehatan.

Tujuan pasar sehat adalah terwujudnya pasar yang bersih, aman, nyaman dan sehat melalui kemandirian komunitas pasar

Manfaatnya adalah :

No Pihak Pemanfaat Manfaat
1 Produsen primer (petani & nelayan) ·         Meningkatnya praktek produksi pangan yang berkualitas ·         Meningkatnya kualitas dan nilai jual produk ·         Pangsa pasar yang lebih besar ·         Lebih  ekonomis karena berkurangnya biaya akibat penarikan kembali pangan atau pangan yang terbuang / tidak laku.
2 Pedagang ·               Meningkatnya penjualan ·         Meningkatnya kualitas produk ·         Lebih ekonomis karena berkurangnya biaya akibat penarikan kembali atau produk yang terbuang / tidak laku ·         Lingkungan kerja yang lebih sehat dan ergonomis ·         Pemberdayaan yang lebih luas ·         Meningkatnya kepuasan kerja, dan ·         Lestarinya budaya dan tradisi pasar tradisional
3 Pemerintah daerah ·         Menurunnya angka penyakit yang disebabkan pangan ·         Meningkatnya status gizi masyarakat; ·         Menurunnya biaya perawatan kesehatan; dan ·         Merupakan akses efektif untuk promosi dan perlindungan kesehatan pada masyarakat luas. ·         Meningkatnya pendapatan daerah
4 Manajer pasar ·         Meningkatnya perdagangan pangan ; ·         Meningkatnya hubungan kerjasama antara para pedagang, kontraktor dan konsumen; ·         Pemahaman yang  lebih  baik   tentang isu     perlindungan
    kesehatan – memahami praktek yang sesuai di dalam dan di luar lingkungan pasar; ·         Perhatian yang lebih baik akan tanggungjawab atasmasalah keamanan pangandan kesehatan; ·         Berlangsungnya sistem yang lebih efektif; dan
5 Masyarakat sekitar ·         Meningkatnya sumber pangan aman dan bergizi; ·         Meningkatnya kesehatan masyarakat; ·         Berkurangnya biaya perawatan kesehatan masyarakat; ·         Meningkatnya tingkat pengetahuan (khususnya tentang keamanan pangan serta higiene dasar, kesehatan, dan manajemen); dan ·         Meningkatnya peranan kaum wanita dalam mengahadapi permasalahan di masyarakat.
6 Masyarakat umum ·         Meningkatnya kesadaran masyarakat akan komitmen kesehatan dan kesejahteraan masyarakat; ·         Meningkatnya status gizi dan kesehatan masyarakat; ·         Menurunnya biaya perawatan kesehatan masyarakat; ·         Menguatnya ekonomi masyarakat melalui penjualan yang meningkat dan jumlah turis yang lebih banyak; dan ·         Adanya         kegiatan      sebagai sumber       pendapatan baru  dan peningkatan standar sosial ekonomi dan lingkungan.
7 Konsumen ·         Akses untuk memperoleh pangan yang lebih aman dan bergizi; ·         Meningkatnya pemahaman bagaimana memilih pangan yang aman dan bergizi; ·         Meningkatnya pengetahuan tentang praktek keamanan pangan di rumah; ·         Lingkungan belanja yang aman dan sehat; ·         Akses terhadap fasilitas higiene dan sanitasi ; ·         Mendapatkan informasi / pesan-pesan promosi higiene sanitasi; ·         Status kesehatan dan gizi yang lebih baik bagi diri sendiri dan anggota keluarganya.

2.1.  PENYELENGGARAAN PASAR SEHAT

          Sebagian besar masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan/bahan pangan masih memanfaatkan pasar tardisional, maka penyelenggaraan pasar sehat lebih difokuskan pada pasar tradisional

Untuk dapat terselenggara secara berkesinambungan perlu dibentuk Tim Pembina Pasar Sehat baik di Propinsi maupun di Kabupaten/Kota. Dalam rangka efisiensi, Tim pembina pasar sehat propinsi dan tim pembina pasar sehat kabupaten/kota diintegrasikan ke dalam tim pembina provinsi atau tim pembina kabupaten/kota sehat yang sudah ada

Tim pembina kabupaten/kota terdiri dari instansi atau lembaga yang membidangi sarana dan prasarana, komoditi pedagangan dan industri, komoditi pertanian dan peternakan, pengawasan kualitas kesehatan lingkungan, pengawasan kualitas makanan dan bahan pangan, promosi hygiene sanitasi, kelembagaan pasar, perlindungan dan pemberdayaan konsumen, penyediaan air minum, kebersihan, pelayanan pencegahan dan penangguangan kebakaran , ketentaman, kemananan dan ketertiban pasar dan asosiasi yang terkait dengan pasar antara lain asosiasi pengelola pasar tardisional, asosiasi pedagang, asosiasi perunggasan dan sebagainya

          Tim pembina kab/kota membentuk kelompok kerja/gugus tugas/tim inti yang keanggotaannya terdiri dari pengelola pasar/perusahaan daerah pasar/unit pelaksana teknis daerah, pedagang,asosiasi pedagang pasar dan pemasok yang akan berperan secara langsung dalam pengelolaan pasar sehat, penerapam perilaku higienis serta pembinaan dan fasilitasi pedagang.

LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN

Dalam mewujudkan pasar sehat memerlukan kesepakatan dan dukungan penuh dari stakeholder yang terkait didalamnya mulai dari pedagang, pekerja, pengelola, asosiasi, pemasok, pihak swasta, LSM dan pemerintah setempat yang dilakukan secara berkesinambungan

Pedoman penyelengaraan pasar sehat ini memberikan panduan mengenai langkah-langkah penyelenggaraan, kriteria pasar sehat, pengorganisasian, monitoring dan evaluasi.

Untuk dapat terselenggaranya secara berkesinambungan perlu dibentuk tim pembina pasar sehat baik di propinsi maupun di kabupaten/kota. Dalam rangka efisiensi ti pembina pasar sehat propinsi dan kabupaten/kota diintegrasikan kedalam tim pembina propinsi atau tim pembina Kabupaten/Kota Sehat yang sudah ada.

LANGKAH 1: Advokasi dan Sosialisasi

  1. Advokasi dilaksanakan untuk memperoleh dukungan politis dari pengambil kebijakan, misalnya peraturan daerah, pembiayaan dan dukunganlainnya.
  2. Sasaran advokasi adalah pimpinan lembaga eksekutif gubernur, bupati, walikota serta lembaga legislatif, pimpinan dan anggota DPR di propinsi dankabupaten/kota
  3. Advokasi dilaksanakan sebagai langkah awal mulai dari pusat, propinsi dan kabupaten/kota
  4. Sosialisasi terhadap seluruh pihak terkait dalam pengembangan pasar sehat yang dilakukan secara terus menerus untuk memperoleh pemahaman yangsama
  5. Tim pembina kabupaten/kota sehat memfasilitasi pembentukan kelompok kerja / gugus tugas / tim inti atau nama lain yang disepakati yang secara operasional akan melaksanakan dan mengembangkan pasarsehat

LANGKAH 2: Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia

  1. Sebagai upaya peningkatan kapasitas dilakukan pelatihan pengembangan pasar sehat melalui pelatihan pelatih(TOT)
  2. TOT dilaksanakn secara berjenjang mulai dari pusat, propinsi, kabupaten/kota hingga pasar
  3. Sebagai fasilitator pelatihan adalah Tim Pembina Pusat, Provinsi danKabupaten/Kota

LANGKAH 3: Analisis situasi

  1. Melakukan survei pendahuluan (kondisi fisik, operasional, kebutuhan komunitas pasar dan identifikasi mitra kerja) untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar oleh tim pembinakab/kota
  2. Melakukan analisa data dan hasilnya disampaikan kepada tim pembina pusat, propinsi, kabupaten dan kelmpok kerja / gugus tugas / timinti
  3. Hasil analisa merupakan bahan pengambilan keputusan dalam rencana tindak lanjut (percontohan, pelatihan, pembinaan, pengawasan,pemantauan)

LANGKAH 4: Prioritas rencana kerja

Tim pembina memfasilitasi kelompok kerja pada lokasi pasar untuk memperoleh rumusan dan komitmen antara lain:

  1. menetapkan prioritas masalah yang akanditangani
  2. menetapkan sumber daya yang akandigunakan
  3. menetapkan peran pihak pihak terkait
  4. menetapkan rencana kerja
  5. menetapkan rencanakerja

LANGKAH 5 : Implementasi Rencana Kerja

Upaya yang dilaksanakan dalam pasar sehat berdasarkan rencana kerja yang dibuat antara lainadalah sebagai berikut :

  1. Perbaikan infrastruktur
  2. PerbaikanOperasional
  3. Promosi hugiene sanitasi

LANGKAH 6 : Pembinaan dan Pengawasan

  1. Tim pembina kabupaten/kota membuat target yang akan dicapai dalam jangka pendek, menengah dan panjang dengan penetapan indikator yangterukur
  2. Pokja/gugus tugas/tim inti pasar membuat target yang akan dicapai dalam jangka pendek, menengah dan panjang dengan penetapan indikator yangterukur
  3. Pemantauan dan evaluasi dilaksanakan oleh seluruh pihak terkait sesuai bidang tugasnya, misal pemantauan kandungan formalin dalam makanan/bahan pangan, pemantauan kondisi lingkungan, perilaku pedagang, karyawan dan pengunjung
  4. Pembinaan dan pengawasan dibidang teknis yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan terhadap penyelenggaraan pasar sehat dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kab/Kota, dalam hal ini sebagai pelaksana penilaian adalah tenaga kesehatan lingkungan danpromosi kesehatan dengan menggnakan Formulir Inspeksi Pasar (FORM I) yang dilakukan minimal setiap enam (6) bulansekali
  5. Tenaga kesehatan lingkungan bertanggung jawab terhadap pembinaan dan pengawasan kondisi kesehatan lingkungan pasar dan tenaga promosi kesehatan melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masayarakat/komunitas pasar. Tenaga kesehatan lingkungan dan tenaga promosi kesehatan memberikan rekomendasi terhadap hasil pembinaan dan pengawasan tersebut
  6. Pemantauan dan evaluasi untuk mengathui kondisi pasar dan perilaku masyarakat pasar dilakukan oleh pokja/gugus tugas/tim inti pasar/komunitas pasar dengan menggunakan Formulir Penilaian Pasar (FORM II) yang dilakukan setiap tiga (3) bulansekali
  7. Pengeola pasar perlu diberdayakan untuk memonitor implementasi seluruh kegiatan pengembangan dan mengambil tindakan perbaikan apabila diperlukan. Tindakan perbaikan perlu dikembangkan untuk setiap pengawasan bersama pihak yg melakukanpengawasan
  8. Pengawasan dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pasar sehat harus dilakukan secara berkesinambungan oleh pengelola pasar guna mewujudkan pasar yang bersih, aman, nyaman dan sehat melalui kemandirian komunitas pasar

LANGKAH 7 : Mekanisme Pelaporan

  1. Hasil pemantauan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh pokja/gugu tugas/ tim inti komunitas pasar dilaporkan kepada tim pembina pasar sehatkab/kota
  2. Hasil pemantauan dan evaluasi yang dilaksanakan oleh pokja/gugu tugas/ tim inti komunitas pasar direkaptulasi dan dianalisa oleh tim pembina pasar sehat kab/kota kemudian hasilnya dilaporkan kepada Bupati/Walikota setempat dengan tembusan tim pembinapropinsi
  3. Tim pembina propinsi melakukan rekapitulasi dan menganalisis laporan dari tim pembina pasar sehat kab/kota kemudian hasilnya dilaporkan kepada Gubernur tembusan tim pembinapusat
Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *