Sungai bukanlah sekedar alur/jalinan air yang mengalir dari bagian hulu menuju muara sungai. Namun sungai merupakan sumber kehidupan bagi berbagai makhluk hidup. Airasi sepanjang sungai dapat membantu meningkatkan kualitas air sungai. Luapan air ke sempadan sungai dapat menyuburkan tanah dan kehidupan berbagai jenis tumbuhan dan hewan di sepanjang hutan sempadan sungai. Sungai juga dapat menjadi sumber penyedia makanan bagi satwa sepanjang sempadan sungai. Untuk memahami teknis dalam menentukan dan mengelola kualitas air sungai perlu dipahami hal-hal terkait dengan kualitas air sungai yang tercantum dalam peraturan-peraturan di Indonesia.

Restorasi kualitas air sungai termasuk salah satu bagian dari restorasi hidrologi sungai. Perubahan kualitas air sungai dapat dikarenakan terjadinya perubahan komponen penyusun sungai seperti kemiringan sungai, meander sungai, debit, temperatur, DO, kecepatan aliran, dan gaya gesek terhadap dasar sungai (Niemeyer- Lullwitz 1985 dalam Maryono 2008).

Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan upaya pengendalian pencemaran air, yaitu dengan upaya memelihara fungsi air sehingga kualitas air memenuhi baku mutu. Proses pencegahan terjadinya pencemaran lebih baik daripada proses penanggulangan terhadap pencemaran yang telah terjadi.Usaha pencegahan tersebut dapatm dilakukan sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 38 Tahun 2011 tentang Sungai, pada pasal 27 disebutkan bahwa pencegahan pencemaran air sungai dapat dilakukan dengan melalui:

  1. penetapan daya tampung beban pencemaran I
  2. dentifikasi dan inventarisasi sumber air limbah yang masuk ke sungai
  3. Penetapan persyaratan dan tata cara pembuangan air limbah
  4. Pelarangan pembuangan limbahke sungai
  5. Pemantauan kualitas air pada sungai
  6. Pengawasan air limbah yang masuk ke sungai.

Sedangkan pada pasal 5, sempadan sungai mempunyai fungsi sebagai filter untuk menjaga kualitas air sungai dan mencegah pencemaran yang berasal dari daratan. Secara lengkap dijelaskan pada pasal tersebut, bahwa sempadan sungai mempunyai beberapa fungsi penyangga antara ekosistem sungai dan daratan yang secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan kualitas air :

  1. Semak dan rerumputan yang tumbuh di sempadan sungai berfungsi sebagai filter yang sangat efektif terhadap polutan seperti pupuk, obat anti hama, pathogen dan logam berat sehingga kualitas air sungai terjaga dari pencemaran.
  2. Tumbuh-tumbuhan juga dapat menahan erosi karena sistem perakarannya yang masuk ke dalam memperkuat struktur tanah sehingga tidak mudah tererosi menyebabkan peningkatan kekeruhan air/penurunan kualitas air.
  3. Karena dekat dengan air, kawasan ini sangat kaya dengan keanekaragaman hayati flora dan fauna. Keanekaragaman hayati adalah asset lingkungan yang sangat berharga bagi kehidupan manusia dan alam.
  4. Rimbunnya dedaunan dan sisa tumbuh-tumbuhan yang mati menyediakan tempat berlindung, berteduh dan sumber makanan bagi berbagai jenis spesies binatang akuatik dan satwa liar lainnya.
  5. Kawasan tepi sungai yang sempadannya tertata asri menjadikan properti bernilai tinggi karena terjalinnya kehidupan yang harmonis antara manusia dan alam.
  6. Lingkungan yang teduh dengan tumbuh-tumbuhan, ada burung berkicau di dekat air jernih yang mengalir menciptakan rasa nyaman dan tenteram tersendiri.

Air bersih sangatdibutuhkan oleh manusia, untuk menunjang keperluan hidup sehari-hari, keperluan industri, untuk kebersihan sanitasi kota, maupun untuk keperluan pertanian dan lain sebagainya.

Bersadarkan Peraturan Pemerintah No 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air Sungai dan Pengendalian, mutu air di klasifikasikan menjadi empat kelas yang didasarkan pada peringkat (gradasi) tingkatan baiknya mutu air dan kemungkinan kegunaannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Kelas satu, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
  2. Kelas dua, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.
  3. Kelas tiga, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *