b. Tersedianya ruang keluarga.
   Ruang keluarga sangat penting untuk saling melepaskan kerinduan atau malah psikologis yang lain. Ruang keluarga adalah sarana untuk menjalin hubungan sosial maupun emosional keluarga.

c. Lingkungan yang sesuai
   Seseorang akan dapat memilih hunian mana yang sesuai dengan  strata sosial keluarganya. Kesenjangan strata antar penghuni atau pemukiman akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

d. Tersedia sarana yang sifatnya memerlukan “privacy
Rumah dilengkapi dengan kamar mandi dan kloset sendiri. Setidaknya harus tersedia sarana tersebut, akan terasa tidak etis bila  suatu anggota keluarga mandi ataupun buang hajat difasilitas milik tetangganya.

e. Jumlah kamar tidur yang cukup
    Jumlah kamar tidur disesuaikan dengan usia penghuninya. Usia di bawah 2 tahun dipisahkan ata upun boleh satu kamar dengan orang tuanya. Tetapi untuk Anak usia di atas 10 tahun harus di pisahkan antara laki-laki dan perempuan. Sedangkan untuk anak umur 17 tahun ke atas diberikan kamar tersendiri

f. Mempunyai halaman yang dapat ditanami pepohonan atau taman.Fungsidarihalamanrumah disamping menimbulkan rasa keindahan bagipenghuninyaberfungsijuga untuk membersihkan udara dan menahan /melindungi pencemaran udara dari luar.

g. Untuk Hewan peliharaan  dibuatkan kandang tersendiri yang terpisah dari rumah. Untuk menghindari tertularnya penyakit zoonosis, ataupun keributanyang ditimbulkan oleh binatang peliharaan,sebaiknya dibuatkan kandang terpisah dari ruangan yang biasa dihuni.

3)   Mencegah penularan penyakit

Pada dasarnya persyaratan perumahan harus dipertimbangkan  agar tidak menimbulkan gangguan kesehatan, baik secara jasmani, rohani maupun sosial. Beberapa persyaratan berikut berkaitan dengan tersedianya fasilitas sanitasi agar kesehatan penghuninya tetap terhindardari penyakit, tidak tertular penyakit infeksi baik antar penghuni maupun dengan kehadiran anggota warga lain dari sekitar.

  1. Tersedianya persediaan air bersih / air minum. Air bersih sangat diperlukan untuk keperluan sehari-hari  . Penyediaan air bersih harus memenuhi syarat kualitas yaitu fisik, kimia, dan bakteriogis maupun kuantitas (jumlah)
  2. Keadaan rumah maupun halaman serta lingkungannya menjamin tidak terdapatnya
  3. tempat perindukan vektor penyakit. Hal ini terkait  dengan konstruksi maupun keadaan rumah seperti adanya tempat penyimpanan sampah yang baik, kebersihan yang selalu terjaga dan sebagainya.
  4. Tersedianya tempat pembuangan tinja dan air limbah yang memenuhi syarat sanitasi
  5. Luas / ukuran kamar yang tidak menimbulkan suasana kumuhLuaskamar minimum ukuran 2,5 m3 m dengan ketinggian langit-langit  berkisardari 2,75m sampai  3 m. Hal ini khususnya yang menyangkut kepadatan penghuni kamar dan luas jendela berpengaruh terhadaptimbul dan menularnya penyakit saluranpernafasan.  Sekalipun pencahayaan alami juga berperan penting dalam menekan kejadian penyakit dalam saluran pernafasan.
  6. Fasilitas untuk pengolahan makanan / memasak dan penyimpanan makanan yang terbebas dari pencemaran maupun jangkauan vektor maupun binatang pengerat.

4)   Mencegah terjadinya kecelakaan
Beberapa hal untuk menghindari timbulnya kecelakaan misalnya adalah:

  1. Adanya ventilasi di dapur. Untuk mengeluarkan gas seandainya terjadi kebocoran daritabung gas. Bukalah jendela agar gas segera dapat keluar dari ruangan
  2. Cukup intestitas cahaya, untuk menghindari kecelakaan seperti tersandung, Teriris / tersayat, tertusuk jarum waktu menjahit dan sebagainya.
  3. Jauh dari pohon besar, Bangunan rumah jauh dari pepohonan besar yang mudah tumbang atau runtuh.
  4. Garis rooi. Bangunan harus mengikuti garis rooi (garis sempadan).Jarak pagar dengan bangunan minimal lebar jalan.
  5. Lantai yang selalu basah  (kamar mandi, kamar kecil) tidak licin, baik karena konstruksinya maupun pemeliharaannya.
  6. Bagian bangunan yang dekat api atau listrik terbuat dari bahan tahan api
  7. Cara mengatur / meletakkan barang dalamruangan. Pengaturan ruangan memberikan keleluasaan untuk  bergerak padapenghuninya, terutama untuk keselamatan anak-anak. Cara menyimpan bahan beracun. Hindarkan dari jangkauan anak  minyak tanah, deterjen, obat-obatan dan sebagainya.

Persyaratan Kesehatan Rumah Tinggal menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 892/Menkes/SK/VII/1999 adalah sebagai berikut :

1. Bahan Bangunan

  1. Tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan zat-zat yang dappat membahayakan kesehatan, antara lain sebagai berikut:
    • Debu total tidak lebih dari 150 µg m3
    • Asbes bebas tidak melebihi 0,5 fiber/m3/4jam
    • Timah hitam tidak melebihi 300 mg/kg
  2. Tidak terbuat dari bahan yang dapat menjadi tumbuh dan  berkembangnya mikroorganisme patogen
  3. Komponen dan penataan ruang rumah

2. Komponen rumah harus memiliki persyaratan fisik dan biologis sebagai berikut :

  1. Lantai kedap air dan mudah dibersihkan
  2. Dinding
    • Diruang tidur , ruang keluarga dilengkapi dengan sarana ventilasi untuk pengaturan siklus udara
    • Dikamar mandi dan tempat cuci harus kedap air dan mudah dibersihkan
  3. Langit-langit harus mudah dibersihkan dan tidak rawan kecelakaan
  4. Bumbung rumah yang memilik tinggi 10 meter atau lebih harus dilengkapi dengan penangkal petir
  5. Ruang didalam rumah harus ditata agar berfungsi sebagai ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang tidur, ruang mandi, dan ruang bermain anak.
  6. Ruang dapur harus dilengkapi dengan sarana pembuangan asap
  7. Pencahayaan

3. Pencahayaan alami atau buatan langsung atau tidak langsung dapat menerangi seluruh bagian ruangan minimal intensitasnya 60 lux dan tidak menyilaukan

4. Kualitas udara
    Kualitas udara di dalam rumah menurut PMK NO.1077 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penyehatan udara dalam  ruang rumah.

  1. Persyaratan kualitas udara dalam ruang rumah meliputi:
    Kualitas fisik, terdiri dari parameter: partikulat (Particulate Matter /PM 2,5 dan PM10),suhu udara, pencahayaan, kelembaban, serta pengaturan dan pertukaran udara (laju ventilasi);
  2. Kualitaskimia,terdirdariparameter:Sulfurdioksida(SO2),Nitrogen dioksida(NO2),Karbonmonoksida(CO),Karbondioksida(CO2), Timbal(Plumbum=Pb), asap rokok (Environmental Tobacco Smoke/ETS), Asbes, Formaldehid (HCHO), Volatile Organic Compound(VOC); dan
  3. Kualitas biologi terdiri dari parameter:bakteri dan jamur 

5. Ventilasi
    Luas penghawaan  atau ventilasi alamiah ang permanen minimal 10% dari luas lantai

6. Binatang penular penyakit
    Tidak ada tikus bersarang dirumah

7. Air

  1. Tersedia air bersih dengan kapasitas minimal 60lt/hari/orang
  2. Kualitas air harus memnuhi persyaratan kesehatan air bersih dan air minum sesuai dengan peraturan undang-undangan yang berlaku

8. Tersedianya sarana penyimpanan makanan yang aman dan hygiene

9. Limbah

  1. Limbah cair berasal dari, tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau dan tidak mencemari permukaan tanah
  2. Limbah padat harus dikelola agar tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan pencemaran terhadap permukaan tanah dan air tanah

10. Kepadatan hunian ruang tidur
Luas ruang tidur minimal 8m2  dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang tidur dalamsatu ruang tidur, kecuali anak dibawah umur 5 tahun
Masalah perumahan telah diatur dalam undang-undang pemerintah tentang perumahan dan pemukiman NO 4/1992 bab III pasal 5 ayat 1 yang berbunyi “setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan atau menikmati dan atau memiliki rumah yang layak dan lingkungan yang sehat, aman, serasi dan teratur.

Bila dikaji lebih lanjut maka sudah sewajarnya seluruh lapisan masyarakat menempati rumah yang sehat dan layak huni. Rumah tidak cukup hanya sebagai tempat tinggal dan berlindung dari panas cuaca dan hujan, rumahharus mempunyai  fungsi sebagai :

  1. Mencegah terjadnya penyakit
  2. Mencegah terjadinya kecelakaan
  3. Aman nyaman bagi penghuninya
  4. Penurunan ketegangan jiwa dan social

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Pusat pendidikan tenaga kesehatan. 1991. Dasar-dasar Kesehatan Lingkungan untuk SPK.

Jakarta : Depkes RI.

Entjang, Indan. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung : PT.Citra Aditya Bakti.

Mukono, HJ. 2000. Prinsip Dasar Kesehatan Lingkungan. Surabaya : Airlangga Press

Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 829/Menkes/SK/VII/1999

Peraturan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 1077/menkes/per/v/2011tentang pedoman penyehatan udara dalam ruang rumah

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

“RUMAH SEHAT ”

Kelompok I

Ega Puspita, Kiki Indah Permata Sari, Fitri Ramadhani, Demi Roida, Ramadhanil Arifin , Rahmillah Anisa

Dosen Pembimbing

Mila Sari, S.ST, Msi

A.    Pengertian Rumah Sehat

Rumah sehat adalah sebuah rumah yang dekat dengan air bersih, jarak dari tempat pembuangan sampah lebih dari 100 meter, dekat dengan sarana pembersihan , berada di tempat dimana air hujan dan air kotor tidak tergenang.

B. Hubungan rumah dengan kesehatan

Perumahan yang memenuhi syarat kesehatan merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kesehatan. Di Indonesia terutama di pedesaan, soal perumahan masih belum memenuhi syarat syarat perumahan sehat. Tetapi di kota kota besar hal ini sudah ada kemajuan yang cukup menggembirakan, walaupun di berbagai tempat masih terdapat pula perumahan yang sama sekali tidak memenuhi syarat yang lazimnya disebut slum (gubuggubug).

Pada umumnya di kota-kota besar terdapat masalah-masalah perumahan yang sulit dipecahkan yaitu:

  1. Kepadatan penghuni (overcrowding) Hal ini disebabkan karena jumlah penduduk berkembang lebih pesat daripada jumlah rumah sehingga kebanyakan orang atau keluarga, sehingga terpaksa harus tinggal bersama-sama dalam satu rumah dengan lain-lain keluarga (3 atau 4 keluarga dalam satu rumah).
  2. Perumahan liar (wild occupancy) Terjadinya rumah-rumah liar ini menimbulkan aspek yang sangat merugikan, baik dari segi keindahan kota, maupun dari segi timbulnya penyakit menular, sebab pada umumnya rumah-rumah liar ini dibuat sembarangan saja, tidak mempunyai kakus, dapur khusus, kamar mandi, serta pembuangan air kotor dan pembuangan sampahnya tidak teratur. Hal inilah yang menyebabkan daerah perumahan liar menjadi sumber penyakit. Jelaslah bahwa perumahan ada hubungannya dengan kesehatan.

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan perumahan

Di dalam program kesehatan lingkungan, suatu pemukiman/perumahan sangat berhubungan dengan kondisi ekonomi, sosial, pendidikan, tradisi/kebiasaan, suku, geografi, dan kondisi lokal. Selain itu lingkungan perumahan/pemukiman dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menentukan kualitas lingkungan perumahan tersebut, antara lain fasilitas pelayanan, perlengkapan, peralatan yang dapat menunjang terselenggaranya kesehatan fisik, kesehatan mental, kesejahteraan sosial bagi individu dan keluarganya.

Ada perbedaan corak, bentuk atau keadaan perumahan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya, umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, yakni:

  1. Kebijaksanaan pemerintah tentang perumahan yang menyangkut tata guna tanah, program perumahan yang dimiliki dan lain sebagainya.
  2. Status sosial ekonomi masyarakat, ditandai dengan pendapatan masyarakat, tersedianya bahan bangunan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan atau dibeli dan lain sebagainya. Jelaslah bahwa suatu masyarakat yang lebih makmur, secara relative akan mempunyai perumahan yang lebih baik, dibandingkan dengan masyarakat yang miskin.
  3. Faktor lingkungan dimana masyarakat itu berada, baik lingkunagn fisik, biologis ataupun sosial. Suatu daerah dengan lingkungan fisik berupa pegunungan, tentu saja perumahannya berbeda dengan perumahan di daerah pantai, demikian pula perumahan di daerah beriklim panas, berbeda dengan perumahan di daerah beriklim dingin. Selanjutnya masyarakat yang tinggal di daerah lingkungan biologis yang banyak hewan buasnya tentu saja memiliki bentuk rumah yang lebih terlindung, disbanding dengan perumahan yang terletak di lingkungan biologis yang tidak ada hewan buasnya. Demikian pula lingkungan sosial, seperti adat istiadat, kepercayaan dan lain sebagainya banyak memberikan pengaruh pada bentuk rumah yang didirikan. 4. Kemajuan teknologi yang dimiliki, terutama teknologi pembangunan. Untuk ini telah sama bahwa masyarakat yang telah maju teknologinya, mampu membangun perumahan yang lebih komplek dibandingkan dengan masyakat yang masih sederhana.
  4. Kebudayaan, di Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan beraneka ragam kebudayaan, sehingga corak model rumah dari tiap daerah berbeda sesuai dengan adatistiadatnya.

D. Program Rumah Sehat

Perumahan harus menjamin kesehatan penghuninya dalam arti luas. Untuk menciptakan rumah sehat maka diperlukan perhatian terhadap beberapa aspek yang sangat berpengaruh,
Beberapa peryaratan yang harus  dipenuhi menurut WHO dan American Public health  association (APHA) antara lain:

1) Syarat Fisiologis

Perumahan harus memenuhi persyaratan fisiologis agar kebutuhan faal tubuh terpenuhi melalui fasilitas yang tersedia. Yang termasuk di dalam kebutuhan fisiologis untuk perumahan adalah:

  1. Pencahayaan
    Pencahayaan yang diperlukan untuk suatu ruangan di dalam rumah dapat berbentuk  cahaya alami  yaitu sinar matahari dan juga cahaya buatan  yaitu sinar lampu. Cahaya yang diperlukan perorang yang tinggal didalamnya.
  2. Penghawaan
    Penghawaan untuk suatu ruangan di dalam rumah harus diperhitungkan yaitu aliran udara yang masuk  kedalam ruangan serta jumlah udara yang diperlukan perorang yang tinggal didalamnya
  3. Kebisingan
    Tidak  terdapat gangguan ketenangan akibat adanya kebisingan baik yang bersumber dari luar maupun dari dalam rumah.
  4. Ruangan (space)
    Tersedia ruang yang cukup untuk kegiatan bermain bagi anak-anak, dan untuk belajar, selainitu  harustersedia ruangan utama yaitu ruang tamu, ruangtidur, ruang makan  dan sebagainya.

2)   Syarat psikologis

a. Menjamin privacy

Setiap anggota keluarga harus terjamin ketenangan dan kebebasan dalamhunia, sehingga tidak terganggu baik oleh keluarga yang lain, tetangga maupun orang yang kebetulan lewat diluar.

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *